Start to Write

Start to Write

Posted in About My Mind by eecho on April 1, 2009

Judul posting ini sama dengan judul blog, tidak lain untuk mengembalikan semangat menulis yang sedikit demi sedikit terkikis oleh kesibukan. “Start to Write”, suatu kalimat yang simple, tidak ada argumentasi, analisis dan mengandung makna yang satu. Semangat pertama dari pendirian blog ini tidak lain adalah untuk memulai menulis. Banyak motivasi dibelakang pendirian, tetapi inti-nya adalah memulai untuk menulis.

Karena beberapa kesibukan, beberapa ide tidak dapat dituangkan dalam tulisan dan blogpun harus libur selama satu bulan. Tapi rupanya kalimat “start to write” selalu menghantui, kalimat itu seakan mengatakan “tulis aja, saya gak nuntut tulisan kamu bagus, atau berisi, tapi mulailah menulis”….tidak menyesal saya menamai blog ini “Start to Write”. Rupanya hal ini memberikan pelajaran bahwa suatu kalimat yang sederhana tetapi bermakna jelas dan aplikatif lebih appealing dibanding visi yang dalam tetapi sulit mendeskripsikannya.

Sebenarnya ada beberapa topik yang ingin dibahas, diantaranya:

  1. Media tidak mungkin tidak memihak, Objektif tidak sama dengan memihak
  2. Inti perubahan masyarakat [sesuai dengan momen pemilu]
  3. Menulis sebagai terapi, increasing our self concious
  4. Load balancing activity, thinking, speaking, mechanical activity
  5. Novice -> Expert, develop R-mode thinking system
  6. Process Oriented, don’t rush!!!

….mmm setidaknya kalau dah ditulisin ada ’sedikit’ tanggung jawab pribadi untuk mengimplementasikannya. so…let’s start to write.

Confuse, Melancholic, Rethinking

Posted in Sastra Creation by eecho on March 1, 2009

Je suis confuse lorsque la rationalité est disparu
Emotion conduit ma façon de penser
Mon chemin est acculée le à une Cul de Sac
Au moins en ce moment, je sens être à une humain étant
Force-moi à repenser, est-ce le destiné moyen
Mon âme clignotant vers le passé
Wandering ce qui va arriver à l’avenir
C’est comme si le temps est à l’arrêt cochant

I’m confused when rationality is gone
Emotion leads my way of thinking
My path is cornered on a Cul de Sac
At least at this moment, I feel to be a human being
Force me to reconsider, is this the destined way
My mind flashes to the past
Wandering what will happen in the future
It is as if time has stopped ticking

*Selamat buat aboy dan piti, yudi dan nuri, barakallahu laka wa baraka alaika
*Buat ali dan uyun, moga dilancarkan akad & walimahnya
*Semoga sukses buat arif  yang besok mau sidang
*Buat teman-teman yang lain, semoga diberi kemudahan tuk semua urusannya

Repositioning of Learning Process

Posted in About My Mind by eecho on February 23, 2009

Baru menyadari sesuatu yang cukup penting mengenai proses pembelajaran yang ada di kampus atau sekolah yang sebenarnya cukup kontraproduktif terhadap proses pembelajaran. Kita pasti memahami bahwa setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda-beda dalam memahami suatu pelajaran, itu sangat-sangat manusiawi. Tetapi sayangnya hal itu tidak dapat diakomodasi oleh sistem pendidikan kita, yang pastinya menerapkan waktu yang sama untuk satu mata pelajaran / mata kuliah, yaitu satu semester.

Bagi orang-orang yang dapat memahami cepat dalam tenggat waktu tersebut, selamat!!…tapi bagi sebagian yang lain apa yang terjadi? ini yang ingin saya coba bahas. Hal ini semakin menarik perhatian saya karena akhir-akhir ini terlihat banyak siswa yang semakin ‘tertekan’ dengan tuntutan pendidikannya. Fenomena ini dapat kita liat ketika masa-masa UAN dan SNMPTN. Fenomena yang menurut saya sebuah keprihatinan dalam dunia pendidikan yang seharusnya mengedepankan kekritisan, rasa ingin tahu, kreativitas, dan kesenangan dalam sebuah proses belajar, tetapi kini diganti dengan tekanan, ketakutan, tuntutan, nilai, dan konsekuensi.

Dengan metode pendidikan seperti ini kegagalan menjadi sesuatu yang sangat tabu, dan sangat ditakuti, padahal dalam sebuah proses pembelajaran kegagalan merupakan sesuatu yang sangat-sangat normal. Dari kegagalan itulah kita dapat belajar dan mengkoreksi kekurangan-kekurangan kita. Mentalitas pembelajaran yang seharusnya dipenuhi oleh rasa penasaran dan keinginan mencoba sesuatu yang baru terpaksa dipendam demi memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada.

Saya gak akan memfokuskan pada hasil pembelajaran dia, apakah lulus cepat atau tidak, lulus baik atau enggak tetapi saya lebih menyoroti hasil dari proses pendidikan ini yang membuat “orang kehilangan tujuan dari proses pembelajarannya, dan mematikan mentalitas pembelajar”…. (more…)

ML

Posted in Minus Serius by eecho on February 16, 2009

inget cerita lama waktu semasa di kampus (hehe, merasa bukan anak kampus lagi :P )

Jadi ceritanya di siang hari setelah habis kuliah…..

pas keluar kuliah..mo ke salman, ketemu temen lagi ngantri di depan ATM, namanya Syahrul, nah saya manggil2 dia dari jauh dengan suara yang agak kencang…“Rul Oy tadi lu gak ikut ML?”, tiba-tiba semua orang memandang saya dengan penuh curiga…(kok kaya lagu Obie Mesakh, semut2 merah)…saya tidak menyadari kesalahan fatal dari ucapan saya yang ternyata memiliki makna ganda.

ML disini yang saya maksud adalah Machine Learning, sebuah mata kuliah yang diikuti saya dan syahrul, soalnya waktu kuliah tadi dia gak datang tapi ternyata ada dikampus lagi ngantri depan ATM. Saya pun aneh melihat ekspresi Syahrul yang sepertinya mengatakan “saya gak kenal kamu”, gak jawab sapaan saya…untungnya teman disampingku menyadarkan kebodohanku itu…”Oy ML tu Making Love”…

Owh…pantas saja….polosnya diriku ini….hehe, berarti di kacamata orang lain mereka melihat
Ada mahasiswa yang senyum2 bahagia gak jelas dan menyapa temannya dengan pede “Rul Oy tadi lu gak ikut Making Love?”…hahahaha…bodoh..bodoh…

*sayapun berjalan seakan tidak terjadi apa-apa

Absolute Stupideness

Posted in About My Mind by eecho on February 9, 2009

liga-arab

liberty-give-election

[Draft - Part 1] Cold and Dark

Posted in Sastra Creation by eecho on February 8, 2009

Malam itu kota leipzig terasa sepi dan dingin, daun-daun coklat dan kering jatuh berterbangan ditiup angin yang cukup menusuk kulit. Cahaya lampu kota terlihat seperti lilin-lilin kecil, terangnya ditutupi embun yang sangat tebal, begitu remang-remang dan keberadaannya hanya dapat menjaga sang pengguna jalan untuk tiga meter kedepan saja. Jalan-jalan kosong seperti kota mati, manusia-manusia pengisi kota ini lebih memilih berbaring di atas sofa didepan perapiannya, menyalakan televisi dan menonton satu opera sabun yang setiap hari sabtu pukul 21.00 ditayangkan oleh stasiun tv Beindo.

Di pinggir kota, asap racun mengepul dari sebuah rokok filter bercampur dengan embun. Pada taman yang kini terlihat seperti sebuah pemakaman yang telah lama tak dijamah oleh manusia. Dia duduk dibangku kayu khas eropa yang klasik, dikelilingi pohon-pohon meranggas yang rontok yang hanya menyisakan sedikit daun-daunnya yang terakhir. Tubuhnya terlihat sedang kelelahan menggigil sekedar untuk mempertahankan suhu badannya yang kian turun. Wajahnya yang kian pucat adalah bahasa alami dari tubuh yang ingin mengatakan bahwa dia dalam keadaan yang kepayahan. Kontradiktif dengan pikiran tubuhnya, sebuah senyum yang miris dan tatapan yang tajam tetapi kosong terlihat dari raut muka sang pria tersebut.

Hancurkan diri ini tanpa makna seiring waktu berjalan
Sebuah kesalahan tidak pernah dapat ditarik lagi jika telah keluar dari selongsongnya

Telah lama dia berpikir, terlihat dari puntung-puntung yang telah berserakan. Tetapi semakin lama dia merenung semakin kusut mukanya, dahinya mengernyit seperti kerutan-kerutan pada orang tua. Semakin lama asap yang mengepul semakin banyak, dan malam pun semakin larut. Orang-orang yang berjalan disitu pasti sudah menggigil kedinginan, dan ingin segera lari ke depan perapiannya. Tetapi pria itu seakan sedang memanaskan tungku dalam dirinya, konsentrasi pikirannya membuat dia tidak merasa berada pada cuaca -5 derajat celcius.

Memang tidak ada pilihan lagi bagi pria itu, mau tidak mau dia harus dapat menemukan kunci permasalahan yang sekarang sedang membelitnya. Sebuah pertaruhan besar akan terjadi esok, dia tidak akan tinggal diam dan mengakui kekalahannya. Satu hal kecil yang dibutuhkan hanyalah kepingan puzzle dari teka-teki besar yang sedikit demi sedikit telah terurai didalam kepalanya. Kini dia berpacu dengan waktu, dia tak mungkin menunggu lebih lama lagi, sebelum tubuhnya membeku dan aliran darah dalam tubuhnya berhenti. Kini jam sudah menunjukkan pukul 23:15, suhu telah turun menjadi -10 derajat celcius. Baru kali ini terlihat seorang mempertaruhkan nyawanya dalam cara yang sangat aneh, duduk di sebuah taman dan memacu adrenalinnya untuk menemukan jawaban sebelum tubuhnya membeku.

“Sial, setengah jam lagi aku duduk disini, besok orang-orang akan menemukan sesosok mayat sedang duduk tolol memegang satu batang rokok dimulutnya” pria itu menggumam dengan dirinya sendiri, seakan-akan dia berbicara pada orang lain. Pada saat dia berniat mengambil batang rokok yang terakhir, tiba-tiba terdengar sirine dari kejauhan, warna terang merah tampak dari sisi barat kota. Walau hanya cahaya kemerahan yang terlihat dia sepertinya dapat merasakan panasnya sampai ke dadanya. Senyuman tersungging mempertegas kepuasan dirinya akan hal yang baru saja terlintas pada kepalanya. “Rupanya Tuhan masih memberi cahaya untukku, besok sepertinya matahari akan memberikan sinarnya pada diriku”. Tawanya menggaung seakan menyambut kobaran api yang sedang menjilat-jilati di sisi kota leipzig.

Being Multitasking…..Being Stumped

Posted in About My Mind by eecho on February 2, 2009

Pembahasan ini diilhami dari obrolan dua hari yang lalu dengan teman, dari sebuah pertanyaan “Kenapa ya ketika kita telah dewasa, kita sulit untuk dapat menikmati suatu event secara maksimal”, Ketika kita melakukan sesuatu hal terkadang pikiran kita menerawang ke hal yang lain, sehingga apa yang sedang kita kerjakan tidak dapat dinikmati sepenuhnya. Padahal ketika SMA dulu, bahkan aktivitas belajar di kelas dapat dilakukan dengan penghayatan sepenuhnya, baik gurunya enak atau enggak pikiran fokus dengan apa yang dihadapi pada saat itu juga, gak menerawang ke mana-mana…apa gara-gara kompleksitas permasalahan?

Sebelumnya saya sudah memposting pembahasan yang sama dengan ini, tetapi solusi yang saya tawarkan sebelumnya tidak terlalu praktis. Solusi tersebut hanya mampu dipertahankan penulis selama seminggu saja sejak komitmen dicanangkan, karena ketidakdisiplinan dan juga faktor-faktor lain. Oleh karena itu saya coba cari solusi-solusi yang lebih bersifat praktis gak terlalu repot, Cuma ngubah hal-hal yang sederhana seperti mengubah mindset dan sikap duduk :D .

Cara-cara ini saya temukan di web entah berantah, pada web tersebut si penulis ingin membuat AI (Artificial Intelligence) yang menyerupai manusia, kemudian dia menyimpulkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membuat aktivitas manusia lebih efisien

1. If you want something done, do it yourself – Ini lebih ke mentalitas, dengan melakukan sesuatu yang direncanakan sampai selesai, akan memberikan kepuasan kepada kita, dan meningkatkan kepercayaan diri, semakin banyak yang tidak terselesaikan mengurangi tingkat kepercayaan diri…tapi dalam suatu kasus kita harus melakukan pendelegasian
2. Never procrastinate anything you can do right now – Ini yang cukup sulit nih, banyak faktor yang membuat kita menunda, point-point berikutnya salah satu sebab kita menunda sesuatu
3. When you have several things you could be doing and don’t know which to do: Just do any one of them! – Jangan terlalu banyak timbang-timbang, eksekusi aja hal yang paling mudah, yang kira-kira paling cepat selesai, dan paling kecil membutuhkan resource pikiran
4. Always assume that you will succeed – Ketika melakukan sesuatu anggap bahwa kita pasti berhasil kalau kita melakukannya, tidak ada yang sia-sia kalau kita sudah mencoba, kegagalan terjadi justru karena kita tidak melakukan sesuatu, tetapi keluar dari plan (target) bukanlah sebuah kegagalan…
5. If you can’t find a solution, change the rules – ketika mentok, relax dulu sejenak, jalan2 dulu, liat-liat awan …tarik nafas (kalau yang ini mah masalah hidup dan mati :D ), kemudian berpikir kembali, liat dengan paradigma yang lain…jangan terlalu terpatok dengan satu sudut pandang…cari jalan lain, kalau tadi belok kanan, sekarang coba belok kiri (more…)

Surat untuk Saudaraku

Posted in Islam, Sastra Creation by eecho on January 27, 2009

Wahai saudaraku aku telah menerima surat darimu
Surat berisi jeritan hatimu atas kebiadaban manusia-manusia terkutuk
Teriakan dirimu atas kepengecutan para pemimpin yang diamanahi mengurusi umatnya
Surat yang basah karena tetesan air mata kepedihan
Kepedihan akan ketidakberdayaan umat, yang banyak tapi hanya sekedar buih dilautan
Surat yang berisi harapan akan sosok Salahudin Al-Ayubi, yang melindungi tanah suci dengan Jihad
Kemarahan terlihat jelas dari goretan penamu
Kemarahan akan kemunafikan-kemunafikan pemimpin dunia yang menutup mata atas pembantaian ini
“Sungguh jika nyawaku sebanyak 1000, maka ambillah nyawaku untuk menggantikan para syuhada2, ibu yang melahirkan pejuang-pejuang islam, dan anak-anak yang kelak akan mendirikan agamaNya” kagum aku dengan ucapan di surat mu itu wahai saudaraku
Yakinlah saudaraku, tidak ada satupun tetesan darah yang sia-sia di sisiNya
Bahkan tetesan itu lebih berat dari pegunungan himalaya
Setiap tetesan darah para syuhada jatuh ke bumi, membuat getaran ke seluruh dada manusia di seluruh dunia
Tidak akan lama lagi saudaraku, Allah akan menurunkan pertolonganNya
Menyatukan hati kaum muslim dari ufuk timur hingga barat, menyatukannya dalam satu barisan
Barisan yang akan melindungi setiap nafas dari umatnya, menghilangkan kedzaliman dan membawa kedamaian
Barisan dalam satu komando untuk menghentikan setiap penjajahan dimuka bumi
Allahu akbar!!! Isyhadu bi anna muslimun!!!

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (At-Taubah 72)

Tanpa Kesatuan Umat Islam (red:Khilafah), Umat Akan terus Terdzalimi

Posted in Islam by eecho on December 30, 2008

“Sesungguhnya Imam adalah perisai, dengan perisai itu Umat berperang dan melindungi dirinya.” [HR. Muslim]

Wahai kaum muslim, marilah kita bersatu, hilangkan sekat-sekat kebangsaan karena umat muslim adalah satu tubuh. Entah berapa nyawa yang telah melayang di Afghanistan, Irak, Sudan, Palestina dan Negeri-negeri muslim lainnya. Tapi negeri-negeri muslim lainnya hanya bisa berdiam diri, tidak berani mengangkat senjata melawan kedzaliman tersebut. Karena mereka masih terikat dengan sekat-sekat Nasionalisme yang ada.

Unconcious Doctrine of Capitalism a.k Secularism

Posted in Islam, Politics by eecho on December 27, 2008
  1. Pendidikan kini hanya untuk orang yang mampu membayar, atau miskin tapi harus berprestasi. “baik miskin atau kaya, pintar atau bodoh, setiap anak seharusnya mendapatkan hak yang sama”. [education]
  2. Pembelajaran di sekolah difokuskan untuk mendapatkan pendapatan yang layak kelak. “menuntut ilmu adalah sebuah ibadah, untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, mengangkat umat dari kebodohan”. [education]
  3. Permasalahan utama ekonomi adalah mengenai tingkat produksi dan konsumsi. “inti dari permasalahan ekonomi sebenarnya mengenai pendistribusian kekayaan”. [economy]
  4. Kebebasan individu dilindungi selama tidak mengganggu individu lainnya. “pornografi, pornoaksi, pornoinformasi, adalah kebebasan yang menghancurkan moral manusia, outcome freesex and AIDS” [social]
  5. Agama harus dipisahkan dari politik. “apakah Allah tidak lebih mengetahui dibandingkan manusia? Padahal Allah telah memberikan aturannya dari A-Z, don’t believe it?” [politics]
  6. Pedagang kaki lima, pengemis dan anak jalanan mengotori keindahan kota, gusur, buang, beres. “Hak bagi setiap warga negara adalah pangan, sandang, papan, dan pekerjaan…apakah urusan keindahan kota adalah urusan pemerintah? bagaimana dengan urusan keindahan badan kami?” [social]
  7. Harga BBM akan mengikuti harga internasional tanpa subsidi. “Semua sumber daya alam di perut bumi adalah milik kami (red: rakyat), tak layak kau (red: pemerintah) menjual dengan mendapatkan keuntungan daripadanya, apa lagi kau gadaikan kepada perusahaan-perusahaan asing” [economy]
  8. Demokrasi adalah sistem tatanan politik terbaik yang pernah ada. “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al-Maidah:50)”
  9. Insya Allah pemerintahan baru akan memberikan perubahan pada kita (red: pemilu). “Oh yeah? bukankah hal itu (red: pemilu) tidak akan mengubah sedikitpun poin satu sampai delapan” [politic]