Start to Write

Emotion is Greatly Influence to Learning Performance

Posted in About My Mind by eecho on October 23, 2009

Kadang saya suka merasa aneh, pada suatu waktu saya sulit sekali memahami apa yang saya baca…diulang lagi terus menerus pun malah membuat saya makin pusing. Pada saat itu bukan materinya yang berat, tapi entah pada saat itu konsentrasi saya seperti pada titik terendah, sehingga materi yang sebenarnya mudah menjadi tidak dapat ditangkap, karena entah pikiran saya terbang kemana. Pada suatu waktu yang agak rileks saya coba mencari apa sebenarnya yang menyebabkan hal tersebut, sampai pada suatu titik saya menyadari sesuatu yang memang tidak terlihat, emosi!

Emosi yang saya sebutkan disini artinya sangat luas, bukan hanya berarti marah tetapi segala perasaan yang sedang dialami oleh kita, baik emosi yang ‘ringan’ atau yang ‘berat’. Emosi bisa berupa bosan, malas, marah, mellow, marah, suntuk, stress, antusias, bersemangat dsbnya. Selain itu ada juga emosi-emosi yang sifatnya lebih ‘abstrak’, seperti rasa inferior, guilty, messy, inconvenience, little anger, jealous dll yang secara tidak sadar mempengaruhi kualitas konsentrasi kita. Tapi jangan anggap emosi efeknya negatif, bisa juga positif terhadap kualitas konsentrasi kita tergantung jenis emosinya.

Coba bayangkan anda belajar pada saat dikejar deadline, atau berpikir pada saat sedang bosan dan jenuh! Contoh itu mungkin terlalu eksplisit, saya akan coba menarik kepada analogi yang lebih ‘mild’. Pada satu waktu yang bersamaan anda memiliki beberapa agenda atau permasalahan, setiap permasalahan meminta untuk diselesaikan secepatnya, bukannya kita jadi fokus pada satu permasalahan, dibenak kita malah muncul emosi (yang saya tidak tau menyebutnya apa yang membuat kita tidak tenang) sehingga membuyarkan konsentrasi akan pekerjaan-pekerjaan yang sedang kita coba atasi. Tapi yang menarik adalah pada satu kasus yang sama respon dari setiap orang bisa berbeda-beda, dan respon emosinya pun berbeda-beda, anda tahu kenapa? Karena setiap orang memiliki mindset yang berbeda-beda atas suatu permasalahan. Mindset itu lah yang men’drive’ emosi apa yang akan keluar.

(more…)

Information Overload

Posted in About My Mind by eecho on October 15, 2009

SourceInternet adalah sebuah gerbang informasi yang jumlahnya luar biasa besar, sampai pada suatu titik dimana kita harusnya ‘aware’ bahwa seberapa banyak informasi yang dapat kita cerna? Zaman sekarang dimana internet sangat mudah diakses, banyak orang mengalami yang namanya sindrom information overload. Sudah lama ingin menuangkan permasalahan ini, tetapi karena sifatnya kasat mata, sindrom ‘information overload’ ini sulit untuk disimpulkan efeknya.

Pada proses berpikir ada satu komponen penting yaitu pencerapan informasi, dengan informasi inilah kita melakukan analisis dan menghasilkan kesimpulan. Pencerapan informasi ini dapat melalui bermacam-macam media, yang pastinya melibatkan alat indra terutama indra penglihatan. Buku, TV, Radio, dan Internet adalah salah satu sumber informasi yang kita serap untuk kemudian digunakan dalam proses berpikir.

Pada era pradigital, sumber informasi utama adalah media cetak dan radio/TV, pada saat itu jumlah informasi masih cukup ‘minim’ dibandingkan dengan rutinitas yang dilakukan. Kemudian datang era internet, digitalisasi bermacam-macam media, sehingga terjadi ledakan informasi. Media cetak seperti buku dan koran mulai tergantikan dengan media internet, dan jumlah informasi yang diciptakan setiap waktunya melonjak dengan drastis. Jika sebelumnya bacaan yang wajib dibaca perhari adalah koran dan sedikit buku, sekarang ‘bacaan’ yang wajib dibaca semakin bertambah walau penting atau tidak, seperti email, blog, facebook wall, twitter, halaman web, pdf paper, ebook, buku cetak, koran….dan banyak lainnya. Rutinitas itu terus berjalan tanpa disadari mulai membuat kita cepat lelah dan kurangnya konsentrasi dalam melakukan sesuatu, atau merasa sibuk tetapi tidak produktif. (more…)

Implementing idea to the real world

Posted in About My Mind by eecho on August 23, 2009

Sudah lama tidak meracau….

Ide atau pikiran adalah sebuah benda abstrak yang tidak terlihat yang hanya dapat hidup di dunia pikiran. Pikiran adalah sebuah konsep abstrak yang mensimulasikan suatu adegan dunia nyata. Ide tanpa diimplementasikan dalam suatu kasus nyata tidak akan memberikan efek apapun sehebat apapun ide tersebut.

Kadang sebuah ide bukanlah sebuah hasil pemikiran yang lengkap, sehingga kadang-kadang orang bingung bagaimana mengimplementasikan ide tersebut. Disisi lain ada beberapa orang yang lebih mengedepankan technical approaching dimana dia menangkap ide-ide terdekat yang implementable untuk mencapai ide besar yang telah dipikirkan sebelumnya. Jembatan-jembatan solusi sedikit demi sedikit akan terbuka untuk mencapai tujuan akhir tersebut.

We need a big picture, but it’s same important that we get the technical also. When the technical knowledge achieved the next step that must be acomplished is how to communicate with others, so the other can get the same thing like we see. This is the intense time, we must explain the whole thing, with really clearly. After explaining we must test if that can be doing together, after that we with slowly pace correcting the error that we made with still keep improving the quality of team work.

Start to Write

Posted in About My Mind by eecho on April 1, 2009

Judul posting ini sama dengan judul blog, tidak lain untuk mengembalikan semangat menulis yang sedikit demi sedikit terkikis oleh kesibukan. “Start to Write”, suatu kalimat yang simple, tidak ada argumentasi, analisis dan mengandung makna yang satu. Semangat pertama dari pendirian blog ini tidak lain adalah untuk memulai menulis. Banyak motivasi dibelakang pendirian, tetapi inti-nya adalah memulai untuk menulis.

Karena beberapa kesibukan, beberapa ide tidak dapat dituangkan dalam tulisan dan blogpun harus libur selama satu bulan. Tapi rupanya kalimat “start to write” selalu menghantui, kalimat itu seakan mengatakan “tulis aja, saya gak nuntut tulisan kamu bagus, atau berisi, tapi mulailah menulis”….tidak menyesal saya menamai blog ini “Start to Write”. Rupanya hal ini memberikan pelajaran bahwa suatu kalimat yang sederhana tetapi bermakna jelas dan aplikatif lebih appealing dibanding visi yang dalam tetapi sulit mendeskripsikannya.

Sebenarnya ada beberapa topik yang ingin dibahas, diantaranya:

  1. Media tidak mungkin tidak memihak, Objektif tidak sama dengan memihak
  2. Inti perubahan masyarakat [sesuai dengan momen pemilu]
  3. Menulis sebagai terapi, increasing our self concious
  4. Load balancing activity, thinking, speaking, mechanical activity
  5. Novice -> Expert, develop R-mode thinking system
  6. Process Oriented, don’t rush!!!

….mmm setidaknya kalau dah ditulisin ada ’sedikit’ tanggung jawab pribadi untuk mengimplementasikannya. so…let’s start to write.

Repositioning of Learning Process

Posted in About My Mind by eecho on February 23, 2009

Baru menyadari sesuatu yang cukup penting mengenai proses pembelajaran yang ada di kampus atau sekolah yang sebenarnya cukup kontraproduktif terhadap proses pembelajaran. Kita pasti memahami bahwa setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda-beda dalam memahami suatu pelajaran, itu sangat-sangat manusiawi. Tetapi sayangnya hal itu tidak dapat diakomodasi oleh sistem pendidikan kita, yang pastinya menerapkan waktu yang sama untuk satu mata pelajaran / mata kuliah, yaitu satu semester.

Bagi orang-orang yang dapat memahami cepat dalam tenggat waktu tersebut, selamat!!…tapi bagi sebagian yang lain apa yang terjadi? ini yang ingin saya coba bahas. Hal ini semakin menarik perhatian saya karena akhir-akhir ini terlihat banyak siswa yang semakin ‘tertekan’ dengan tuntutan pendidikannya. Fenomena ini dapat kita liat ketika masa-masa UAN dan SNMPTN. Fenomena yang menurut saya sebuah keprihatinan dalam dunia pendidikan yang seharusnya mengedepankan kekritisan, rasa ingin tahu, kreativitas, dan kesenangan dalam sebuah proses belajar, tetapi kini diganti dengan tekanan, ketakutan, tuntutan, nilai, dan konsekuensi.

Dengan metode pendidikan seperti ini kegagalan menjadi sesuatu yang sangat tabu, dan sangat ditakuti, padahal dalam sebuah proses pembelajaran kegagalan merupakan sesuatu yang sangat-sangat normal. Dari kegagalan itulah kita dapat belajar dan mengkoreksi kekurangan-kekurangan kita. Mentalitas pembelajaran yang seharusnya dipenuhi oleh rasa penasaran dan keinginan mencoba sesuatu yang baru terpaksa dipendam demi memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada.

Saya gak akan memfokuskan pada hasil pembelajaran dia, apakah lulus cepat atau tidak, lulus baik atau enggak tetapi saya lebih menyoroti hasil dari proses pendidikan ini yang membuat “orang kehilangan tujuan dari proses pembelajarannya, dan mematikan mentalitas pembelajar”…. (more…)

Absolute Stupideness

Posted in About My Mind by eecho on February 9, 2009

liga-arab

liberty-give-election

Being Multitasking…..Being Stumped

Posted in About My Mind by eecho on February 2, 2009

Pembahasan ini diilhami dari obrolan dua hari yang lalu dengan teman, dari sebuah pertanyaan “Kenapa ya ketika kita telah dewasa, kita sulit untuk dapat menikmati suatu event secara maksimal”, Ketika kita melakukan sesuatu hal terkadang pikiran kita menerawang ke hal yang lain, sehingga apa yang sedang kita kerjakan tidak dapat dinikmati sepenuhnya. Padahal ketika SMA dulu, bahkan aktivitas belajar di kelas dapat dilakukan dengan penghayatan sepenuhnya, baik gurunya enak atau enggak pikiran fokus dengan apa yang dihadapi pada saat itu juga, gak menerawang ke mana-mana…apa gara-gara kompleksitas permasalahan?

Sebelumnya saya sudah memposting pembahasan yang sama dengan ini, tetapi solusi yang saya tawarkan sebelumnya tidak terlalu praktis. Solusi tersebut hanya mampu dipertahankan penulis selama seminggu saja sejak komitmen dicanangkan, karena ketidakdisiplinan dan juga faktor-faktor lain. Oleh karena itu saya coba cari solusi-solusi yang lebih bersifat praktis gak terlalu repot, Cuma ngubah hal-hal yang sederhana seperti mengubah mindset dan sikap duduk :D .

Cara-cara ini saya temukan di web entah berantah, pada web tersebut si penulis ingin membuat AI (Artificial Intelligence) yang menyerupai manusia, kemudian dia menyimpulkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membuat aktivitas manusia lebih efisien

1. If you want something done, do it yourself – Ini lebih ke mentalitas, dengan melakukan sesuatu yang direncanakan sampai selesai, akan memberikan kepuasan kepada kita, dan meningkatkan kepercayaan diri, semakin banyak yang tidak terselesaikan mengurangi tingkat kepercayaan diri…tapi dalam suatu kasus kita harus melakukan pendelegasian
2. Never procrastinate anything you can do right now – Ini yang cukup sulit nih, banyak faktor yang membuat kita menunda, point-point berikutnya salah satu sebab kita menunda sesuatu
3. When you have several things you could be doing and don’t know which to do: Just do any one of them! – Jangan terlalu banyak timbang-timbang, eksekusi aja hal yang paling mudah, yang kira-kira paling cepat selesai, dan paling kecil membutuhkan resource pikiran
4. Always assume that you will succeed – Ketika melakukan sesuatu anggap bahwa kita pasti berhasil kalau kita melakukannya, tidak ada yang sia-sia kalau kita sudah mencoba, kegagalan terjadi justru karena kita tidak melakukan sesuatu, tetapi keluar dari plan (target) bukanlah sebuah kegagalan…
5. If you can’t find a solution, change the rules – ketika mentok, relax dulu sejenak, jalan2 dulu, liat-liat awan …tarik nafas (kalau yang ini mah masalah hidup dan mati :D ), kemudian berpikir kembali, liat dengan paradigma yang lain…jangan terlalu terpatok dengan satu sudut pandang…cari jalan lain, kalau tadi belok kanan, sekarang coba belok kiri (more…)

Arigatou Okasan

Posted in About My Mind, Sastra Creation by eecho on December 23, 2008

Maaf, tidak banyak yang bisa kuberikan

Maaf, jika selama ini saya tidak memberikan yang terbaik,

Menjadi anak shaleh yang dapat dibanggakan olehmu

Sering lidah, dan tangan ini menyakiti hatimu

Maaf, setiap ku sadar telah menyakitimu, saya sangat-sangat menyesalinya

Tapi sepatah katapun tidak dapat keluar dari mulutku

Sungguh, saya ingin memberikan yang terbaik untukmu

Tidak pernah sedikitpun ingin membebanimu

Tapi lagi-lagi kebodohan dan kemalasanku merepotkan dirimu

Ketika uban-uban mulai bermunculan, aku mulai menyadarinya

Dari setiap helai rambutmu tertanam seribu kebaikan pada diriku

Aku tidak pernah dapat membalasnya, walau seribu tahun lama hidupku

Ketika keriput-keriput muncul, wajah kepayahanmu terlihat jelas dimataku

Tetapi kau selalu terlihat tegar didepanku

Memberiku semangat untuk terus berjuang

Terima Kasih, Jazakillah Khairan Katsiran

Di setiap nafasku terdapat doamu

Di setiap pembuluh darahku, mengalir kebaikan-kebaikanmu

Tidak pernah kulupakan kasih sayangmu

Walau aku telah dewasa tetapi aku tetap malu tuk mengungkapkannya

Aku benar-benar mencintaimu

Kaulah orang yang paling kucintai setelah rasa cintaku pada Rasul

Walau kadang ku terjatuh pada keegoan dan nafsu

Tapi aku tidak akan melepas harapanmu dipundakku

Insya Allah aku akan menjadi bagian dari para pejuang di jalan Allah

Sehingga kau bisa membanggakan diriku di tengah-tengah manusia

Terima kasih ibu, atas segalanya

Otodidak, Pilihan atau Keharusan? Minimalizing Knowledge Gap

Posted in About My Mind, Informatics Idea by eecho on November 24, 2008

Di jaman internet saat ini dunia telah menjadi ‘flat’, setiap individu di penjuru dunia kini dapat langsung berkompetisi tanpa halangan ruang dan waktu, yang menjadi penilaian adalah kompetensi. Konsep ‘flat’ inipun membuat individu kini dapat berkompetisi secara langsung dengan tim atau perusahaan sekalipun, walau bukan sebuah pertarungan yang fair jika seorang individu harus melawan sebuah perusahaan.

Ada sebuah anugrah dengan adanya internet, arus aliran informasi dan pengetahuan pada negara-negara maju kini menjadi lebih deras dan dapat diakses di belahan dunia manapun. Hal itu setidaknya dapat mengurangi ‘gap’ knowledge antara negara berkembang dan negara maju. Dimana saya yang fokus di dunia IT sangat-sangat terbantu dengan adanya internet saat ini.

Tetapi setelah menelusuri ‘komunitas maya’ yang mayoritas kontributor2-nya dari negara maju, memberikan sebuah gambaran bahwa knowledge gap itu masih cukup besar. Pada sebuah komunitas ‘application framework’ saya menemukan seorang kontributor yang umurnya masih 20tahunan, yang dapat memberikan sebuah ‘knowledge’ yang cukup mendalam dan orisinal hasil kreatifitasnya. Kemudian dari milis-milis yang saya ikuti, kontributor2 negara maju biasanya sangat mengetahui teknologi yang digunakan sehingga paradigmanya tidak lagi sebagai user tetapi sebagai ‘developer’ memberikan masukan-masukan kepada komunitas untuk perbaikan-perbaikan pada aplikasi(software). Sedangkan saya hanya baru bisa bertanya, bagaimana menjalankan ini dan itu, masih sebagai user.

Pertama saya merasa itu hal yang wajar, karena memang asal muasal teknologi itu dari negara-negara berkembang. Wajar kan toh fasilitas edukasi kita masih kalah dibanding mereka. Tetapi setelah berdiskusi dengan teman yang sedang belajar di sono no, ada aspek pendidikan kita yang tidak efisien, dan membuat pemahaman akan keilmuan kita menjadi ’setengah-setengah’.  Klo kt temen saya itu disana belajarnya tuh “praxis oriented”, yang dalam bahasa lainnya mungkin bisa disederhanakan dengan “knowing, doing, and being context” (ngutip judul buku). Maksudnya?
(more…)

Organizing Your life, Your Mind

Posted in About My Mind by eecho on November 19, 2008

Dalam dunia informasi dan profesionalisme seperti saat ini, beberapa orang dari kita merasakan overwhelming terhadap informasi atau overwhelming terhadap aktivitas (misal karena rutinitas kerja). Hal tersebut kadang-kadang membuat suatu perasaan uncovenience bagi tubuh dan juga pikiran. Saya dan juga beberapa teman saya kadang merasakan ‘kebingungan/stress’ tak beralasan pada suatu waktu, atau ketika mengerjakan subjek A kadang-kadang pikiran memikirkan B, C, dan seterusnya.

Hal ini diperparah biasanya dengan banyaknya subjek yang harus dipikirkan, atau jumlah role yang dimiliki seseorang. Misalnya pada satu waktu seseorang harus memikirkan masalah rumah tangga, kerja, dan juga organisasi. Keadaan tersebut bisa membuat seseorang tidak produktif, karena pikiran-pikiran tersebut seakan terus mengganggunya, ketika dia di kantor mengerjakan suatu pekerjaan, masalah-masalah rumah kadang terbawa dan juga sebaliknya. Hasilnya ketika dia dalam keadaan bingung tersebut justru tidak ada satupun masalah yang terselesaikan, hanya pikiran-pikiran stres yang tidak beralasan yang muncul. Padahal masalah itu butuh sebuah tindakan (penyikapan) bukan hanya dipikirkan.

Saya setuju dengan satu statement pada Quantum Learning yang ditulis oleh bobbi Deporter dan Mike Hernacki. Ada satu statement yang menyatakan bahwa tubuh mempengaruhi pikiran dan juga sebaliknya pikiran mempengaruhi tubuh. Pada buku itu dijelaskan bahwa ketika posisi tubuh kita negatif , misalnya coba anda tundukkan kepala anda (seperti orang sakit kepala), kernyitkan dahi anda, terus pasang ekspresi cemberut pada muka, dan cobalah berpikir positif! Ternyata tidak bisa. Sehingga dibuku itu menyimpulkan bahwa ketika belajar ambillah posisi tubuh yang nyaman. Juga sebaliknya ketika pikiran kita negatif, maka cenderung sikap-sikap tubuh kita pun negatif, misal ketika anda marah (emosi, kesal, dll) coba anda tersenyum……pasti gak bisa (klo bisa juga paling senyum imitasi), ketika anda senyum otomatis emosi anda positif. Terus hubungannya dengan permasalahan diatas apa? (more…)