Konsepsi Islam yang Ditinggalkan Umat….Inferioritas Ideologi?
Jikalau kita melihat apa yang terjadi di dunia islam saat ini, khususnya di Indonesia maka realitas bahwa konsepsi-konsepsi kehidupan yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat bukan berasal dari dunia islam sangat jelas terlihat. Ironis, karena mayoritas penduduknya adalah umat islam, tetapi jauh dari konsepsi-konsepsi islam. Islam saat ini hanya dipahami sebatas ibadah-ibadah ritual, shalat, puasa, haji, zakat dan ibadah-ibadah mahdah lainnya. Bahkan saking merasa inferior dengan konsep-konsep kapitalis liberalis demokratis, kadang sebagian muslim bersifat defensif apologetik ketika menghadapi tuduhan dari para feminis terhadap poligami. Poligami yang sebenarnya diperbolehkan dalam islam, dicari-cari argumentasi agar islam tidak seperti tuduhan para feminis tersebut sehingga justru membelokan aturan yang telah ditetapkan dalam al-qur’an.
Dari banyaknya serangan para pemikir-pemikir barat terhadap konsep islam, ternyata diperparah oleh para pemikir yang menamakan dirinya islam liberal yang menganggap bahwa menggali aturan-aturan dari al-qur’an dan as-sunnah seperti kembali ke jaman batu dan berpikir pragmatis. Sebagian muslim lebih bangga mengedepankan konsep-konsep pemikiran barat dan merasa kajian-kajian islam tidak akan bisa mengatasi kompleksitas permasalahan yang ada saat ini.
Coba kita lihat dari konsepsi pemerintahan, maka referensi-referensi yang digunakan adalah hasil-hasil pemikiran dari barat. Konsep-konsep barat dari para pemikir yunani, Thomas Aquinas, Nicollo Machiavelli, John Locke, Montesquieu, yang menjadi para pemikir-pemikir pelopor dari konsep demokrasi saat ini. Konsep trias politica yang sekarang menjadi sandaran pembentukan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dianggap merupakan hasil pemikiran tertinggi dari sebuah konsep pemerintahan, walaupun pada faktanya para pemegang modal(uang) lah yang mengendalikan pemerintahan dari belakang. Para pemegang modal dapat membeli eksekutif, legislatif dan juga yudikatif agar melakukan sesuai keinginan yang mereka inginkan. (more…)
Organizing Your life, Your Mind
Dalam dunia informasi dan profesionalisme seperti saat ini, beberapa orang dari kita merasakan overwhelming terhadap informasi atau overwhelming terhadap aktivitas (misal karena rutinitas kerja). Hal tersebut kadang-kadang membuat suatu perasaan uncovenience bagi tubuh dan juga pikiran. Saya dan juga beberapa teman saya kadang merasakan ‘kebingungan/stress’ tak beralasan pada suatu waktu, atau ketika mengerjakan subjek A kadang-kadang pikiran memikirkan B, C, dan seterusnya.
Hal ini diperparah biasanya dengan banyaknya subjek yang harus dipikirkan, atau jumlah role yang dimiliki seseorang. Misalnya pada satu waktu seseorang harus memikirkan masalah rumah tangga, kerja, dan juga organisasi. Keadaan tersebut bisa membuat seseorang tidak produktif, karena pikiran-pikiran tersebut seakan terus mengganggunya, ketika dia di kantor mengerjakan suatu pekerjaan, masalah-masalah rumah kadang terbawa dan juga sebaliknya. Hasilnya ketika dia dalam keadaan bingung tersebut justru tidak ada satupun masalah yang terselesaikan, hanya pikiran-pikiran stres yang tidak beralasan yang muncul. Padahal masalah itu butuh sebuah tindakan (penyikapan) bukan hanya dipikirkan.
Saya setuju dengan satu statement pada Quantum Learning yang ditulis oleh bobbi Deporter dan Mike Hernacki. Ada satu statement yang menyatakan bahwa tubuh mempengaruhi pikiran dan juga sebaliknya pikiran mempengaruhi tubuh. Pada buku itu dijelaskan bahwa ketika posisi tubuh kita negatif , misalnya coba anda tundukkan kepala anda (seperti orang sakit kepala), kernyitkan dahi anda, terus pasang ekspresi cemberut pada muka, dan cobalah berpikir positif! Ternyata tidak bisa. Sehingga dibuku itu menyimpulkan bahwa ketika belajar ambillah posisi tubuh yang nyaman. Juga sebaliknya ketika pikiran kita negatif, maka cenderung sikap-sikap tubuh kita pun negatif, misal ketika anda marah (emosi, kesal, dll) coba anda tersenyum……pasti gak bisa (klo bisa juga paling senyum imitasi), ketika anda senyum otomatis emosi anda positif. Terus hubungannya dengan permasalahan diatas apa? (more…)
Self Confidence is Mentality not About Capacity
Sebelumnya saya berpikir bahwa seseorang yang percaya diri dikarenakan dia memiliki kelebihan dibandingkan orang lain, karena kelebihan itulah dia memiliki kepercayaan diri. Setelah dipikir-pikir ada suatu budaya yang sudah dilakukan sejak kita kecil sampai sekarang sehingga apa yang dinamakan kepercayaan diri menjadi harga yang cukup mahal.
Jika kepercayaan diri dibatasi karena kita memiliki kelebihan maka statement tersebut adalah statement ‘kalah-menang’ artinya orang baru bisa percaya diri jika ada orang yang lebih ‘bawah’ dibandingkan dia, dan dia tidak dapat merasa percaya diri ketika ada orang ‘diatas’ dia. Saya pikir hal ini tidak konstruktif sama sekali, efek dari seseorang yang kehilangan kepercayaan diri adalah dia menilai rendah dirinya, sehingga potensi-potensi yang dia miliki tidak keluar, atau merasa tidak layak tuk dikeluarkan, sekali lagi merupakan hal yang tidak konstruktif.
Seperti paragraf pertama, budaya apa yang membuat kita membayar mahal tuk percaya diri, budaya itu adalah budaya ‘comparing’, membanding-bandingkan satu person terhadap person yang lain. Budaya itu sepertinya telah menjadi budaya universal, padahal jika saya pikir2 tidak ada gunanya sama sekali hal tersebut. Justru efek negatif ketika membandingkan satu sama lain, karena setiap orang itu benar-benar unik, setiap orang memiliki potensi-potensi yang berbeda. (more…)
Apa itu kerangka berpikir?
Tulisan ini menanggapi pertanyaan saudara sangga pada postingan what is genious mean?
Kerangka berpikir berbeda dengan sekumpulan informasi atau hanya sekedar sebuah pemahaman. Lebih dari itu kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.
Untuk mendapatkan sebuah kerangka berpikir akan suatu hal bukan sesuatu yang mudah, diperlukan suatu pemikiran yang mendalam, tidak menyimpulkan hanya dari fakta yang dapat terindra, atau hanya dari sekedar informasi-informasi yang terpenggal. Selain itu diperlukan sebuah pemikiran yang cerdas dan mustanir (cemerlang) akan setiap maqlumat tsabiqah (informasi ) yang dimilikinya dan berupaya dengan keras menyimpulkan sesuatu kesimpulan yang memunculkan keyakinan.
Saya ambil sebuah contoh, karena dengan contoh ini dapat dengan mudah kita memahami apa itu kerangka berpikir. Pada SMA saya memiliki sebuah teman yang banyak sekali membaca buku tentang konsep-konsep islam dan juga umum. Saya agak ‘terhibur’ (membuat saya tersenyum), setiap kali dia membaca sebuah buku dia akan dengan semangat menceritakan pemahaman dia sesuai dengan yang dia baca. Tetapi yang lucu bagi saya adalah, pemahamannya seakan ‘berubah-ubah’ sesuai dengan buku apa yang dia baca terakhir. Apa yang terjadi pada teman saya tersebut dikarenakan dia belum memiliki kerangka berpikir sehingga apa yang dia ketahui sebenarnya hanya penggalan-penggalan informasi. Walaupun begitu saya salut dengan dia karena dia memiliki wawasan yang luas, sayang tidak dibingkai dengan sebuah kerangka berpikir. (more…)
Islam Memuliakan Kedudukan Wanita
Di zaman yang dikatakan modern ini, pihak-pihak kapitalis sekuler kadang dengan jargon ‘equality gender’ sering mendiskreditkan dan menuduh islam yang menempatkan wanita seperti second class dalam suatu masyarakat (dalam pandangan mereka), dalam tulisan ini saya ingin memberikan suatu pemahaman yang bersih mengenai hal tersebut.
Fase sebelum islam
Untuk memberikan perbandingan yang baik, saya ingin sekiranya memberikan informasi terlebih dahulu bagaimana keadaan hubungan pria dan wanita sebelum Islam datang, sehingga dapat memberikan gambaran pengaruh dan perubahann apa saja terhadap kehidupan sosial yang disebabkan oleh datangnya Islam.
Arab :
Pada dasarnya hubungan pria dan wanita dalam masyarakat arab seluruhnya tidak lebih adalah suatu hubungan jantan dengan betina, dengan sedikit perbedaan, sesuai dengan tingkat-tingkat kelompok dan golongan-golongan kabilah masing-masing, yang pada umumnya tidak jauh dari cara hidup yang masih mirip-mirip dengan tingkatan manusia primitif. Dalam hal ini kaum wanitanya pada zaman jahiliah yang mula-mula mempertontonkan diri, memamerkan kecantikannya dengan berbagai-bagai perhiasan yang bukan lagi terbatas hanya untuk suaminya. Mereka pergi keluar sendiri-sendiri atau beramai-ramai untuk keperluan yang mereka adakan di tengah-tengah padang sahara. Ditempat ini pemuda-pemuda dan kaum pria lainnya menyambut mereka, dan mereka dipertemukan dengan kelompoknya masing-masing. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan, saling bercumbu dengan kata-kata yang manis-manis, yang membuat si ‘jantan’ jadi sengan dan si ‘betina’ jadi tenteram. Saking membudayanya sikap ‘jantan-betina’ tersebut, bahkan Hindun istri Abu Sufyan tidak segan-segan mengatakan dalam perang Uhud, membakar semangat pasukan Quraisy dengan kalimat:
Kamu maju kami peluk
Dan kami hamparkan kasur yang empuk
Atau kamu mundur kita berpisah
Berpisah tanpa cinta
Pada masa itu masalah zina bukan lah suatu kejahatan yang patut mendapat perhatian. Masalah cumbu-cumbuan sudah merupakan salah satu kebiasaan semua orang. Sumber-sumber sejarah menyebutkan, percintaan-percintaan yang dilakukan Hindun (yang memiliki kedudukan tinggi sebagai suami Abu Sufyan) tidak sampai mengubah kedudukannya di tengah-tengah masyarakat dan keluarganya. Bila ada wanita yang melahirkan anak, dan tidak diketahui siapa bap anak itu, tidak segan-segan ia akan menyebutkannya, laki-laki mana yang telah menjamahnya untuk kemudian menghubungkan anaknya kepada yang dianggapnya paling mirip.
How to Optimizing Potential?
Now I was wondering about how to utilizing the brain potential to maximal. Many information that I heard was told that the utilizing of brain is under 10% or lower than that. I doubt if it’s true or not, but the question arises is “why we only can utilize the brain in a little portion of the brain potential?”. So, now I want to make a little analysis from the information that I got.
Recently I got information about the most genious man in the world, the estimated IQ is arround 250 to 300, is far beyond einstein who estimated at 160. He can speak in fourth month, and he can read a newspaper in 18 month. He graduated from MIT mmm.. I’m not sure about the university, but he graduate master on age 11. He died at fourty three because of heart if I not wrong.
In otherside I have an interested information about michael phelp who have been caled as superhuman, because he get 8 gold in china olympiad and break the record as the person who the most getting the gold if sum with olympiad four years ago. He need a double calory in daily routine compare with a common human.
Jaman gini Masih di ganggu Hantu?
[ruang tengah] …tik-tik jam didinding dah menunjukkan pukul 00.00 (ni kira2 aja sih), mata dah ngantuk2, ah…pergi ke kamar mandi..gosok gigi
[dapur] trok..trokk-trokk..tranng
[ruang tengah] Ah kok ada tikus di dapur???? ah paling cicak…selesai gosok gigi, tek..tek matiin lampu, ah si oo ama si yogie dah ngiler2 aja dikamarnya..bawa laptop masuk kamar
[kamar] baca-baca dulu ah sambil denger2 musik pake headphone sambil selonjoran
[dapur] trok..trokk-trokk…trangg
[kamar] ….kucing-kucing sekarang agresif?? kok bisa ada kucing?? ah cicak-cicak sekarang agresif…denyut jantung masih normal
Awal Ramadhan
Argumentasi-argumentasi saya mengapa harus ru’yat global dalam menentukan awal ramadhan
1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081). Hadist yang menyatakan ru’yat menyatakan keumuman “kalian…” sehingga bersifat umum, untuk kaum muslim. Klo untuk metode hisab itu out of question, tidak ada satupun dalil yang mendukung metode tersebut.
2. Sandaran dalil ru’yat lokal oleh imam syafii itu adalah ijtihadnya ibnu abbas, …
hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhum yang berbunyi :
“Kuraib mengabarkan bahwa Ummu Fadll bintul Harits mengutusnya kepada Muawiyyah di Syam. Kuraib berkata : “Aku sampai di Syam kemudian aku memenuhi keperluannya dan diumumkan tentang hilal Ramadhan, sedangkan aku masih berada di Syam. Kami melihat hilal pada malam Jum’at. Kemudian aku tiba di Madinah pada akhir bulan. Maka Ibnu Abbas bertanya kepadaku – kemudian dia sebutkan tentang hilal — : ‘kapan kamu melihat Hilal?’ Akupun menjawab : ‘Aku melihatnya pada malam Jum’at. Beliau bertanya lagi : ‘Engkau melihatnya pada malam Jum’at ?’ Aku menjawab :’Ya, orang-orang melihatnya dan merekapun berpuasa, begitu pula Muawiyyah.’ Dia berkata : ‘Kami melihatnya pada malam Sabtu, kami akan berpuasa menyempurnakan tiga puluh hari atau kami melihatnya (hilal).’Aku bertanya : ‘Tidakkah cukup bagimu ruyah dan puasa Muawiyyah ?’ Beliau menjawab : ‘Tidak! Begitulah Rasulullah memerintahkan kami.’” (HR. Muslim 1087, At-Tirmidzi 647 dan Abu Dawud 1021. Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi di Shahih kan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 1/213)….
tapi yang pasti hadist ibnu abbas(kuraib) ini bukan langsung pernyataan rasul, sehingga masuknya menjadi ijtihadnya ibnu abbas dan imam asysyaukani menganggap imam syafii tidak tepat dengan menyandarkan ijtihadnya bukan kepada hadist marfu ibnu abbas, tetapi kepada ijtihadnya ibnu abbas. Padahal sumber hukum islam hanyalah empat, al-qur’an, as-sunnah, ijma sahabat, dan qiyas (qiyas syari’e). Ijtihad sahabat tidak dapat dimasukkan sebagai sumber hukum islam. (more…)
How can i Reach the Sky with My two Feet?
STUPID AGREEMENT!!!
from the who can’t think twice before say anything
Being Artificially Tough
kuingin terus berlari
mengejar cahaya indah penuh keceriaan
tersenyum, dan menggapai impian
hingga lelah kaki tuk melangkah lagi
dan keluh keringat membasahi seluruh badan
bangkitlah diriku
terjang semua dinding yang menghadang
tak usah takut, karena kita pasti menang
dan semua impian akan terwujud
ketika keputusasaan menghampirimu
ingatlah akan semua kebaikan yang pernah kau terima
jadikan semua anugrah itu sebagai bahan bakar semangat
tuk menjalankan roda-roda mimpi yang telah kau tanamkan
perjalanan adalah sebuah rentetan langkah terurut
satu langkah mengantarkan pada langkah berikutnya
dan pada masanya ada suatu saat langkah terakhir dipijakan
saat itulah kita mengetahui arti dari perjalanan ini
leave a comment