Start to Write

Islam Memuliakan Kedudukan Wanita

Posted in Islam by eecho on October 9, 2008

Di zaman yang dikatakan modern ini, pihak-pihak kapitalis sekuler kadang dengan jargon ‘equality gender’ sering mendiskreditkan dan menuduh islam yang menempatkan wanita seperti second class dalam suatu masyarakat (dalam pandangan mereka), dalam tulisan ini saya ingin memberikan suatu pemahaman yang bersih mengenai hal tersebut.

Fase sebelum islam

Untuk memberikan perbandingan yang baik, saya ingin sekiranya memberikan informasi terlebih dahulu bagaimana keadaan hubungan pria dan wanita sebelum Islam datang, sehingga dapat memberikan gambaran pengaruh dan perubahann apa saja terhadap kehidupan sosial yang disebabkan oleh datangnya Islam.

Arab :
Pada dasarnya hubungan pria dan wanita dalam masyarakat arab seluruhnya tidak lebih adalah suatu hubungan jantan dengan betina, dengan sedikit perbedaan, sesuai dengan tingkat-tingkat kelompok dan golongan-golongan kabilah masing-masing, yang pada umumnya tidak jauh dari cara hidup yang masih mirip-mirip dengan tingkatan manusia primitif. Dalam hal ini kaum wanitanya pada zaman jahiliah yang mula-mula mempertontonkan diri, memamerkan kecantikannya dengan berbagai-bagai perhiasan yang bukan lagi terbatas hanya untuk suaminya. Mereka pergi keluar sendiri-sendiri atau beramai-ramai untuk keperluan yang mereka adakan di tengah-tengah padang sahara. Ditempat ini pemuda-pemuda dan kaum pria lainnya menyambut mereka, dan mereka dipertemukan dengan kelompoknya masing-masing. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan, saling bercumbu dengan kata-kata yang manis-manis, yang membuat si ‘jantan’ jadi sengan dan si ‘betina’ jadi tenteram. Saking membudayanya sikap ‘jantan-betina’ tersebut, bahkan Hindun istri Abu Sufyan tidak segan-segan mengatakan dalam perang Uhud, membakar semangat pasukan Quraisy dengan kalimat:

Kamu maju kami peluk
Dan kami hamparkan kasur yang empuk
Atau kamu mundur kita berpisah
Berpisah tanpa cinta

Pada masa itu masalah zina bukan lah suatu kejahatan yang patut mendapat perhatian. Masalah cumbu-cumbuan sudah merupakan salah satu kebiasaan semua orang. Sumber-sumber sejarah menyebutkan, percintaan-percintaan yang dilakukan Hindun (yang memiliki kedudukan tinggi sebagai suami Abu Sufyan) tidak sampai mengubah kedudukannya di tengah-tengah masyarakat dan keluarganya. Bila ada wanita yang melahirkan anak, dan tidak diketahui siapa bap anak itu, tidak segan-segan ia akan menyebutkannya, laki-laki mana yang telah menjamahnya untuk kemudian menghubungkan anaknya kepada yang dianggapnya paling mirip.

Pada masa ini, wanita hanya dipandang sebagai ‘alat’ pemuas nafsu, dari para pria. Para pria mengenal wanita hanya sebagai ‘betina’ dan yang akan menghamparkan kasur. Anak laki-laki bagi mereka adalah kebanggaan dan anak perempuan sebagai suatu aib.

Rumawi :
Tetapi jika pembaca menilai hal diatas dianggap sesuatu yang sangat rendah, ternyata pada zamannya apa yang terjadi dibelahan dunia lain tidak lebih baik bahkan lebih parah dari apa yang terjadi di Arab.

Rumawi sebagai pemegang undang-undang masa itu, sebagai yang perkasa dan berkuasa, satu-satunya kerajaan yang paling kuat menyaingi Persia, menempatkan kedudukan kaum wanita dibandingkan dengan prianya, ternyata masih dibawah kedudukan wanita Arab. Menurut undang-undang Rumawi masa itu, wanita adalah harta-benda milik laki-laki, dapat diperlakukan sekehendak hati, ia berkuasa dari soal hidup sampai matinya, dipandang persis seperti budak. Ia menjadi milik bapaknya, kemudian milik suaminya, lalu milik anaknya. Pemilikan demikian ini persisi seperti memiliki budak atau seperti memiliki binatang dan benda mati. Wanita dipandangnya hanya sebagai pembangkit nafsu berahi. Ia tidak punya kuasa apa-apa terhadap sifat kebetinaannya, hingga mau tidak mau ia harus berpura-pura berbuat sopan sedapat mungkin, dan ini tetap berlaku selama berabad-abad kemudian.

Pada masa itu, hubungan pria dan wanita hanya dilihat sebagai hubungan jantan-betina, bahkan dianggap sebagai hubungan perbudakan dan sangat hina, sehingga pada masa-masa tertentu ahli-ahli agamanya masih bertanya-tanya: Apakah wanita itu punya ruh yang akan dapat diadili, atau seperti hewan saja tanpa ruh dan tidak ada pengadilan Tuhan kepadanya dan tidak ada tempat pula di kerajaan Tuhan.

Fase setelah islam

Dengan kedatangan islam, maka kedudukan wanita ditinggikan. Islam membentuk hubungan pria-wanita sebagai kerjasama pria dan wanita dalam arti saling tolong-menolong sebagai saudara yang penuh kasih sayang. Hak dan kewajiban wanita sama, hanya laki-laki mempunyai kelebihan atas mereka.

Aurat-aurat wanita diperintahkan untuk ditutupi, wanita diperintahkan untuk menjaga kehormatannya, menutupi perhiasan-perhiasannya kecuali terhadap siapa2 yang dihalalkan. Tidak lain semua adalah sebuah bentuk aksi untuk membatasi antara pria dan wanita, yang berarti akan lebih mendekatkan orang pada dasar kemanusiaan yang lebih tinggi, dasar persamaan jiwa dalam beribadat, yang hanya kepada Allah semata-mata.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (24:30)

Disusul dengan

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (24:31)

Dengan pendidikan itu, Islam mengubah mental manusia dari mental primitif jantan-betina. Landasannya ialah mengubah sama sekali pandangan masyarakat itu akan hubungan laki-laki dengan wanita. Islam menghendaki dihapusnya segala tanggapan tentang sex(libido) yang menguasai pikiran manusia selama ini, dengan demikian yang dikehendaki ialah mengarahkan masyarakat itu sesuai dengan tujuan hidup manusia yang lebih tinggi dengan tidak mengurangi kesenangan hidupnya. Islam menyalurkan ‘keinginan’2 tersebut dalam suatu kerangka yang indah, sebuah pernikahan yang suci.

Sekulerisme Kapitalisme

Tetapi pemaham islam yang mulia itu dengan pemikiran yang dangkal dihujat oleh pemikir2 yang menyatakan dirinya sebagai pemikir yang modern. Dengan konsep-konsep emansipasi dan equality gender tersebut, mereka dengan aktif menyerukan bahwa konsep islam telah menjadikan wanita sebagai warga kelas dua, suatu tuduhan yang rendah dan licik.

Tetapi sebaik-baiknya pernyataan yang mereka katakan, fakta-fakta yang terjadi justru mengatakan sebaliknya. Konsep kebebasan dan persamaan yang mereka perjuangkan justru membuat hubungan pria-wanita yang ditinggikan dalam islam kembali kepada hubungan jantan-betina. Di Amerika berdasarkan angka statistik nasional, 1,3 perempuan diperkosa setiap menitnya, dan 1.872 perhari, 683.280 pertahun (Islam the choice of thinking women). Di Amerika diperkirakan setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dilakukan dengan bayaran uang yang telah disepakati kedua belah pihak.

Dengan konsep-konsep kebebasan tersebutlah, membuat pikiran-pikiran pria tidak terlepas dari sex(libido) ketika berhubungan dengan wanita dalam aktivitas-aktivitas sehari-hari. Wanita berbangga-bangga menunjukkan ‘perhiasannya’ kepada setiap laki-laki, dan laki-laki memburunya walau dia bukan istrinya, demi memuaskan nafsunya.

Konklusi Penulis

Sungguh pada wanita terdapat perhiasan-perhiasan yang dapat membuat nafsu pada laki-laki muncul (dan juga sebaliknya), oleh karenanya Allah sebagai Sang Pencipta yang mengetahui potensi mahluknya dari A-Z, menciptakan aturan-aturan sehingga derajat kemanusiaan kita yang memiliki akal untuk berpikir tidak jatuh kedalam derajat hewani yang rendah. DiperintahkanNya wanita untuk menjaga perhiasannya tersebut, agar tidak tercipta hubungan jantan-betina antar pria dan wanita.

Sayangnya banyak manusia yang sombong, dan tidak berpikir mendalam serta mustanir, sehingga merasa dirinya lebih tahu apa yang baik untuk dirinya, padahal Allah telah menetapkan segala sesuatunya bagi dia.

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? “ (Al-Maidah:50)

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. زهير said, on October 10, 2008 at 7:51 pm

    Kang, ane masukin situs HATI, ya? :roll:

  2. ikhsan said, on October 11, 2008 at 2:43 pm

    Silahkan, bebas…….hak milik ilmu pengetahuan hanya milik Allah :D

  3. زهير said, on October 15, 2008 at 3:30 pm

    Sip, dah dipasang kang.. ;)

  4. woman diary said, on November 13, 2008 at 2:15 pm

    islam memang sangat memuliakan wanita, terbukti wanita bisa memasuki syurga dari pintu mana saja, dan ini adalah bentuk bukti yang sangat jelas..

  5. Panca said, on May 23, 2009 at 2:55 am

    mantap bang, tapi gimana dengan si tiga Hartawan itu “harta, tahta dan wanita” dimana ketiga hartawan itulah yg bs menjatuhkan seorang lelaki

    Panca

  6. Alexandra said, on August 10, 2010 at 7:44 am

    @ Panca: Itumah laki-laki aja yang tidak bisa menahan nafsu. Jangan wanita terus donk yang disalahkan. Laki-laki sendiri juga punya andil dalam kejatuhannya. Pemerkosaan atau tindakan asusila lainnya tidak akan terjadi kalau masing-masing bisa menahan hawa nafsu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: