Start to Write

Nafas, Malam, Rintik Air

Posted in Islam, Sastra Creation by eecho on November 29, 2008

Anugerah yang indah, ketika suara gemericik hujan menentramkan hati

Memberi keteduhan akal agar dapat berpikir sejenak

Memikirkan kembali makna nafas-nafas yang telah memberi kehidupan pada raga ini

Menyusun mosaik-mosaik masa lalu untuk melangkah kedepan

 

Merenunglah sejenak dari putaran bumi yang tiada henti

Menguatkan kembali hati yang telah terkikis akan cinta dunia

Air hujan di malam ini adalah bentuk kasih sayangNya agar kita dapat tidur terlelap

Sehingga kita dapat melangkah dibumiNya di pagi hari untuk melakukan perjuangan menegakkan kalimat-kalimatNya

 

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: