Start to Write

Being Multitasking…..Being Stumped

Posted in About My Mind by eecho on February 2, 2009

Pembahasan ini diilhami dari obrolan dua hari yang lalu dengan teman, dari sebuah pertanyaan “Kenapa ya ketika kita telah dewasa, kita sulit untuk dapat menikmati suatu event secara maksimal”, Ketika kita melakukan sesuatu hal terkadang pikiran kita menerawang ke hal yang lain, sehingga apa yang sedang kita kerjakan tidak dapat dinikmati sepenuhnya. Padahal ketika SMA dulu, bahkan aktivitas belajar di kelas dapat dilakukan dengan penghayatan sepenuhnya, baik gurunya enak atau enggak pikiran fokus dengan apa yang dihadapi pada saat itu juga, gak menerawang ke mana-mana…apa gara-gara kompleksitas permasalahan?

Sebelumnya saya sudah memposting pembahasan yang sama dengan ini, tetapi solusi yang saya tawarkan sebelumnya tidak terlalu praktis. Solusi tersebut hanya mampu dipertahankan penulis selama seminggu saja sejak komitmen dicanangkan, karena ketidakdisiplinan dan juga faktor-faktor lain. Oleh karena itu saya coba cari solusi-solusi yang lebih bersifat praktis gak terlalu repot, Cuma ngubah hal-hal yang sederhana seperti mengubah mindset dan sikap duduk😀.

Cara-cara ini saya temukan di web entah berantah, pada web tersebut si penulis ingin membuat AI (Artificial Intelligence) yang menyerupai manusia, kemudian dia menyimpulkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membuat aktivitas manusia lebih efisien

1. If you want something done, do it yourself – Ini lebih ke mentalitas, dengan melakukan sesuatu yang direncanakan sampai selesai, akan memberikan kepuasan kepada kita, dan meningkatkan kepercayaan diri, semakin banyak yang tidak terselesaikan mengurangi tingkat kepercayaan diri…tapi dalam suatu kasus kita harus melakukan pendelegasian
2. Never procrastinate anything you can do right now – Ini yang cukup sulit nih, banyak faktor yang membuat kita menunda, point-point berikutnya salah satu sebab kita menunda sesuatu
3. When you have several things you could be doing and don’t know which to do: Just do any one of them! – Jangan terlalu banyak timbang-timbang, eksekusi aja hal yang paling mudah, yang kira-kira paling cepat selesai, dan paling kecil membutuhkan resource pikiran
4. Always assume that you will succeed – Ketika melakukan sesuatu anggap bahwa kita pasti berhasil kalau kita melakukannya, tidak ada yang sia-sia kalau kita sudah mencoba, kegagalan terjadi justru karena kita tidak melakukan sesuatu, tetapi keluar dari plan (target) bukanlah sebuah kegagalan…
5. If you can’t find a solution, change the rules – ketika mentok, relax dulu sejenak, jalan2 dulu, liat-liat awan …tarik nafas (kalau yang ini mah masalah hidup dan mati :D), kemudian berpikir kembali, liat dengan paradigma yang lain…jangan terlalu terpatok dengan satu sudut pandang…cari jalan lain, kalau tadi belok kanan, sekarang coba belok kiri
6. If you cannot do anything about something, there is no point in worrying about it – sikap menyesal, gundah, atas sesuatu yang telah dikerjakan tidak ada gunanya….lebih baik paradigmanya ke evaluasi, ambil pelajaran dan fokus kedepan…jadi inget statement teman saya  yang sering dia keluarkan “Menyesal…menyesal…” hehe
7. Do not rely on conscious decision for speed, Just do it – Otak sadar sampai ke kesimpulan kira-kira membutuhkan beberapa detik, tetapi gerak refleks hanya membutuhkan 100 milisecond sampai ke sebuah tindakan…ini cocok untuk orang moody, gak usah banyak berpikir kenapa kok males, kenapa kok gak semangat…dah lakukan aja…gak usah banyak dipikirin…berpikir dan bertindak berbanding terbalik, ketika banyak berpikir maka akan mengurangi tingkat aksi dan sebaliknya, gunakan pendekatan yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi
8. Don’t try to explain away your actions for yourself – bersikap lah jujur dengan apa yang dilakukan, misalnih kita lagi belajar di jalan, terus temen bilang “rajin amat lu”, kemudian kita menjawab “ah ngga, iseng..iseng aja”, ketika kita tidak bersikap jujur, kita kehilangan fokus dengan apa yang sedang kita kerjakan…mengurangi self-knowledge atas apa yang dilakukan, dan pikiran jadi ke-distract dengan ucapan kita sebelumnya, mengurangi self-concious kita…
9. Listen to your intuition, but do not believe it unconditionally – kadang dalam suatu keadaan kita ada baiknya mengikuti intuisi (kadang saya lakukan), kita gak bisa ngejelasin secara logis apa keputusan ini terbaik atau tidak, tetapi saat kita mengikuti intuisi, ada inspirasi yang memberikan pandangan baru yang cukup fantastis, memberikan suntika adrenalin, semangat dan perasaan termotivasi….setelah ada waktu untuk berpikir baru kita urai kembali benang permasalahan yang ada, dan mengambil pelajaran dari yang telah dilakukan…intuisi tidak menjamin apa yang kita putuskan benar, tetapi kadang kita perlu bergerak, dan intuisi memberi jalan untuk itu.

Kemudian ada aspek-aspek fisik yang harus diperhatikan, terutama orang-orang yang aktifitasnya lebih banyak di depan meja, berpikir. Sebenarnya hal yang sederhana tetapi sering diacuhkan
1. Cari ruangan kerja yang sirkulasi udaranya bagus – jangan sampai otak nggak dapet oksigen dengan cukup…karena akibatnya FATAL!!! Hehe saya sering tumbang (aka tidur) karena emang kamar saya agak sumpek, oleh karena itu sekarang seringnya nangkring di depan pintu,
2. Perbaiki sikap duduk – sikap duduk juga berkaitan dengan asupan oksigen ke otak, ditambah klo kita merasa nyaman pikiran kita dapat fokus dengan apa yang sedang kita kerjakan, terutama coba cari posisi yang dapat membuat punggung kita tetap lurus
3. Atur tingkat kekenyangan – ini resikonya FATAL juga, hehe bisa tumbang juga. Klo kekenyangan perut ama otak berebut oksigen, klo perut yang menang ya mata kita tiba2 jadi berat…otak gak susah berpikir, klo otak yang menang (kasus yang sangat jarang atau bahkan impossible), klo otak menang pastinya perut demo lah😀
4. Olahraga teratur – ini biar ngelancarin peredaran darah dan juga memberikan otak asupan oksigen yang baik, tapi klo gak teratur dan load-nya gede mah biasanya malah tumbang (tidur) abis olahraga..

Ada tipe-tipe orang yang simple minded yang terkadang tidak perlu mengetahui kenapa saya harus begini dan begitu dan dia sangat efisien dalam eksekusi, jadi dalam kondisi-kondisi tertentu kadang mending kerjain aja gak usah banyak berpikir…tapi itu untuk kasus-kasus eksekusi, kalo untuk aktivitas berpikir, problem solving, planning beda lagi pendekatannya

Kemudian jangan lupa, bagi muslim kan harus selalu menjaga hubungan dirinya dengan Allah dalam setiap aktivitas (idrak silabilah), sehingga kita akan terus merasa semangat dalam melakukan sesuatu dan berusaha dengan sebaik-baiknya melakukan hal tersebut karena akan bernilai pahala disisiNya. Berdoa agar diberikan kemudahan dan jalan, juga dijauhkan dari godaan syaitan dan sifat malas.

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi pada masing-masingnya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah tolong kepada Allah, serta jangan lemah loyo. Jika ada sesuatu yang menimpamu maka janganlah engkau berkata, ‘Seandainya aku melakukannya, maka pasti akan seperti ini dan itu’, tetapi katakanlah, ‘Allah telah menetapkan, dan apa saja yang Dia kehendaki, pasti terjadi’, sebab kata ‘seandainya’ itu membuka tindakan syaitan” (HR. Imam Muslim)

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. jaya said, on February 22, 2009 at 3:42 am

    websitenya apa san?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: