Start to Write

Ketika Sebuah Kebaikan Harus Berbalas

Posted in About My Mind, Islam by eecho on April 22, 2010

Pagi ini kepala agak pusing karena malam tidur terlalu larut (jam 2 malam), padahal sebelumnya sudah menentukan resolusi agar tidur lebih awal. Sebelum beranjak kepada kode-kode di komputer yang akan membuat kepala ini berkerut saya sempatkan untuk menuangkan pikiran-pikiran yang ada dalam benak di pagi ini.

Judul diatas saya ambil untuk mengkritisi budaya materialistis di tengah-tengah masyarakat yang telah menjadi akidah utama di sebagian kalangan. Kita tentunya sudah tidak aneh dengan pernyataan-pernyataan “ngapain kamu nolongin dia? kan dia orangnya rese, gak ada untungnya juga nolongin dia”, atau dengan pernyataan “emang kamu pernah nolong saya? ngapain saya tolong kamu” dan kalimat-kalimat sejenisnya yang mengungkapkan konsep harus adanya ‘timbal-balik’ dalam tolong menolong.

Mungkin pernyataan-pernyataan diatas terlalu ekstrim, tetapi kita bisa tarik kedalam hal yang lebih halus. Setiap kebaikan dalam masyarakat ini kadang terlalu dikorelasikan dengan sebuah hubungan “saling menguntungkan”, seperti pernyataan “maaf sudah merepotkan, ini uang untuk sekedarnya”. Tidak salah memang, tetapi yang saya garis bawahi disini adalah kecenderungan masyarakat untuk menilai segalanya dari hubungan “kemanfaatan”. Ketika ada suatu permintaan untuk “merepotkan” orang lain, identik dengan balasan tertentu. Padahal bagi seorang muslim hal itu harusnya dilakukan karena keinginannya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Huraira RA, Nabi SAW bersabda, ”Barangsiapa melepaskan seorang Mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesulitan dari dirinya di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan (Mukmin) yang sulit, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya.”

Inti yang ingin saya sampaikan adalah, seharusnya ketika seorang muslim “direpotkan” oleh permintaan-permintaan orang lain, jangan sampai ada perrasaan merugi telah mengorbankan waktu dan tenaganya untuk memenuhi permintaan itu.

hhmm tulisannya kurang bagus…gak konsen nulis…

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sherlanova said, on April 24, 2010 at 7:55 am

    Foot printin’…

    Salam kenal… ^^

  2. eecho said, on April 24, 2010 at 1:02 pm

    Foot printin’ maksudnya apa?

    salam kenal juga

  3. sherlanova said, on April 26, 2010 at 9:03 am

    Maksudnya, ‘menjejakkan kaki’….
    Mampir… ^^

  4. eecho said, on April 26, 2010 at 10:09 am

    ohh..ini toh

  5. Agung said, on May 3, 2010 at 2:41 am

    Hmm ok San, saya tes nih, siap direpotin ya, bener ya, bener ya… hehe. Mungkin di sisi lain orang juga mikir, “Masa ada rejeki ditolak. Tak baik menolak rejeki”. Hehe..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: